Tampilkan postingan dengan label Hamasah!. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hamasah!. Tampilkan semua postingan
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Beberapa jam yang lalu saya membaca sebuah berita di Antara News tentang seorang pemuda berbakat bernama Sweta Kartika yang menolak empat penawaran dari sebuah perusahaan untuk membukukan karya komiknya yang ia posting di akun facebooknya berjudul 'Grey dan Jingga'. Sebuah cerita cinta antara seorang cewek bernama Jingga penyuka warna abu-abu tua dan pemuda yang pandai bermain gitar bernama Grey si penyuka warna oranye. Komik ini diterbitkan secara berkala setiap hari Senin dan Kamis dan telah berhasil mengundang banyak komentar dari para penggemarnya. Lengkap sama lagu-lagunya juga lho~ :)
Alasan penolakan tersebut adalah rencana jangka panjangnya. Pertama, dia ingin menjaring banyak pembaca dan membangun basis penggemar karya komiknya terlebih dahulu dengan menawarkannya ke penerbit majalah. Baru setelah karyanya dikenal lebih banyak orang, dia akan menerbitkannya dalam bentuk komik. Rencana yang bagus bung :)
Seharusnya saya bisa belajar banyak hal dari Mas Sweta. Meraih impian itu memerlukan kesabaran dan rencana yang matang. Berkarya berdasarkan passion akan membantu kita untuk menikmati semua proses menuju terwujudnya impian tersebut. Karena waktu yang kita habiskan untuk melalui semua tahapnya akan terasa seperti 'bermain'. Tidak akan terasa bekerja saat melakukannya. Berlatih setiap hari akan membantu kita mewujudkan impian tersebut lebih cepat karena kemampuan kita yang akan terus bertambah setiap hari.
Bagi yang suka status inspiratif, status-statusnya Mas Sweta bisa nih dijadikan koleksi. :3
Ini salah satu status beliau favorit saya.
Selamat berkarya! Keep hamasah~ :)

Probolinggo

13 Syawal 1434 H
Adapted from Syifa's note :)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
dikopas dari pribadibermanfaat.blogspot
Allah nggak pernah menelantarkan hambaNya kok, tenang ajaa..

SELALU ADA JALAN KELUAR oleh Syaikh DR. Aidh Bin Abdullah Al Qarni

Suatu masalah itu jika menyempit, maka tabiatnya ia menjadi meluas. Jika tali ditarik keras-keras, ia akan terputus. Jika malam semakin gelap, pertanda akan muncul fajar. Itulah sunnah kehidupan yang sudah dan terus berlaku. Itulah hikmah yang pasti terjadi. Maka, relakanlah jiwamu untuk meridhoi kondisinya. Karena, setelah kehausan pasti akan ada air. Setelah musim semi akan datang musim penghujan.

Mungkin saja betapa banyak kesedihan yang engkau keluhkan. Tapi permudahlah urusanmu. Lapangkanlah pikiranmu. Tidakkah engkau membaca firman Allah SWT " Alam nasyrah laka sadrak...." ( Bukankah kami lapangkan dadamu ). Tidakkah engkau berbahagia karena di dunia ini masih terhampar banyak harapan. Di dunia ini masih banyak kemudahan.

Wahai yang berkeluh tentang banyak urusan. Lalu menjalani hidup serasa dalam kurungan. Sementara air matanya terus mengalir karena sedih. Sesungguhnya dalam pakaian Yusuf AS terdapat obat yang menyembuhkan kebutaan dua mata Ya'kub AS. Sesungguhnya dalam air dingin yang diguyur kesekujur tubuh, adalah kesembuhan bagi penyakit yang di derita Ya'kub AS.

Untuk rasa sakit, ada kesembuhan. Untuk penyakit, ada obat. Untuk haus, ada air. Untuk kesulitan, ada kelapangan. Dalam kesempitan, ada kebahagiaan. Dalam gelap, pasti akan ada cahaya terang. Api yang menghimpit Ibrahim Al Khalil, bisa menjadi mudah dan dingin. Lautan di hadapan Musa AS bisa terbelah dan digunakan untuk berjalan. Yunus Bin Matta AS, akhirnya keluar dari tiga gulita, karena kasih sayang Allah Al Jaliil (Yang Maha Mulia ). Rasulullah Al Mukhtar ( yang Terpilih ) pernah berada di dalam gua, dikelilingi oleh para kuffar. Hingga berkata Abu Bakar Ash Shiddiq ra, " Sesungguhnya orang-orang kafir hanya berjarak beberapajengkal. Kami khawatir bila terjadi kehancuran. " Berkata Rasul sang pemilik keyakinan dengan penuh ketegasan, " Sesungguhnya Allah bersama kita. Dia mendengarkan kita. Dia melindungi kita. Sebagaimana Dia telah menghimpun kita.

Katakanlah kepada orang yang tenggelam dalam putus asa dan telah terjatuh. Kepada orang yang telah patah arang dan terpuruk. Kepada orang yang ternodai pemahamannya dalam masalah taqdir. Bekerjalah dan beramallah, sesungguhnya Allah SWT justru menurunkan hujan setelah manusia putus ada terhadap hujan.

Adalah Bilal pernah terkapar di atas tanah tandus, tapi dialah yang kemudian menaiki Ka'bah Baitullah untuk mengumandangkan seruan adzan. Dialah yang memperdengarkan bumi dengan suara langit. Adalah Yusuf AS pernah lama terpenjara di balik jeruji besi. Tapi kemudian ia bisa menjadi seorang Raja Mesir setelah Al Aziz. Adalah Umar Bin Khattab ra seorang penggembala kambing di Mekkah. Lalu dialah orang yang bisa menebarkan keadilan dalam masa kekuasaannya. Lalu namanya terpahat di baju besi. Lalu dia yang memotong tali pelanggaran. Lalu dia yang suaranya menggelegar menghentak penguasa tiran.

Allah SWT pasti akan menciptakan kemudahan setelah kesulitan. Tidakkah engkau tahu, sesungguhnya pasti ada keadaan lain yang Allah berikan setelah kesulitan? Allah SWT yang mematahkan tali pengikat orang-orang yang terpenjara di jeruji para penguasa otoriter. Allah SWT yang akan menghapus air mata anak-anak yatim. Apakah engkau pernah melihat orangfaqir yang selamanya tidak mempunyai uang dan tidak bisa memenuhi kebutuhannya? Apakah engkau mendapati seorang tahanan selamanya berada di dalam penjara yang gelap? Tidak ada bencana yang terus menerus terjadi. Karena di sana ada Allah SWT Yang Maha Sendiri dan satu-satunya Tempat Meminta.

Siapapun yang melazimkan istighfar, maka Allah SWT akan menjadikan jalan keluar dari setiap kesulitannya. Allah SWT yang akan memberinya jalan penyesalan terhadap setiap kegundahannya. Laa HAULA Wa Laa Quwwata Illa Billah, tidak ada daya dan upaya kecuali Allah SWT. Dengan kalimat itu, segala beban mampu terpikul, semua kengerian bisa terlewati,seluruh keadaan bisa lebih baik, lebih melapangkan pikiran dan menambahkan rasa ridho kepada Allah Al Jalal.

Beritakanlah kegembiraan kepada malam, dengan datangnya waktu subuh yang menyapu gelap dari puncak gunung-gunung. Beritakanlah kegembiraan kepada musim semi dengan turunnya limpahan air hujan hingga air itu masuk ke sela-sela pasir. Beritakanlah kegembiraan kepada orang faqir dengan harta yang bisa mengusir kematian.

Ketahuilah, di setiap kesulitan itu ada jeda. Di setiap kebutuhan itu ada pertolongan. Sesungguhnya Allah SWT menghilangkan bencana dengan ketulusan do'a dan kebersihan harapan. Ketahuilah, himpitan dan kesulitan itu menghilangkan kesombongan dan terus menerus mendorong kepada dzikir, syukur dan kewaspadaan berpikir. Maka tenangkanlah hatimu jika kegalauan menerpamu. Lapangkanlah dadamu jika kesulitan menyerangmu. Janganputus asa terhadap apa yang telah terjadi dan telah hancur. Ketahuilah, karena tidak ada sesuatu yang abadi selama alam semesta ini berputar.

Semoga kesulitan menjadi lebih ringan bagimu, dan musibah bisa memberikan kebaikan untukmu. Jika hidupmu telah terhimpit dan tak ada lagi alas an yang bisa engkau angkat. Kembalilah kepada Allah SWT. Ketahuilah bahwa kesulitan tak pernah berlangsung terus menerus. Allah SWT pasti memandangmu dengan pandangan kasih dan sayang. Karena dunia ini tidak berada dalam satu keadaan. Karena dunia ini berwarna-warni dan beragam bentuknya. Tidak ada kengerian yang tak pernah selesai. Belenggu akan terbuka dan ikatan akan terlepas. Bersabarlah, berdo'alah dan nantikanlah jalan keluar dari Allah SWT. Ketahuilah, sesungguhnya kesulitan itu akan mampu membuka kejernihan telinga dan mata, serta menajamkan pikiran.Kesulitan bisa memberi hikmah dan pelajaran. Kesulitan mengajarkan kemampuan untuk memikul beban dan bertahan. Kesulitan menghapuskan dosa. Kesulitan memperbanyak pahala.

Maka, mintalah perlindungan dan pertolongan Allah SWT. Setiap musibah itu mempunyai tujuan. Berapa kali kita merasa takut, lalu kita berdo'a dan meminta kepada Allah SWT. Kemudian Allah SWT menyelamatkan dan melindungi kita. Berapa kali kita di lilit lapar, lalu Allah memberi makan dan minum untuk kita. Berapa kali kita diterpa kebimbangan dankeresahan, lalu Allah memberikan kebahagiaan dan kesenangan. Berapa kali kita terjerat dan kita hampir terjatuh dalam kehancuran. Kemudian Allah SWT memberikan jalan untuk bangkit dan berjalan.


Ketahuilah, engkau berhubungan dengan Yang Maha Lembut terhadap hamba-Nya. Yang Terkenal dengan Pemberiannya. Yang Maha Meberi untuk kebahagiaan hamba-Nya. Yang Maha Kuasa atas segala keinginan-Nya.
Ekspedisi pertama penaklukan al-Ifriqiyah (Afrika Utara) pada jaman Khalifah Utsman bin Affan telah berhasil dilakukan dengan terbukanya kota Pentapolis dan Ithribla. Sasaran selanjutnya adalah kota Shabitala. Usaha pengepungan yang dilakukan pasukan muslimin membuahkan hasil sesuai dengan yang diharapkan. Ketiga kota ini berhasil direbut dari penguasa sebelumnya, yaitu Imperium Romawi Constantin.
Usaha pasukan muslimin untuk menyelesaikan misi pembukaan al-Ifriqiyah ini tidaklah mudah. Pertempuran sengit menghadapi prajurit profesional dengan jumlah yang lebih besar dan persenjataan yang canggih ditambah lagi dengan tantangan alam yang keras selama kurang lebih 15 bulan membutuhkan kekuatan iman yang luar biasa. Ya! 15 bulan! Luar biasa!
Karena semester lima ini hanya berlangsung empat bulan dan 'musuh' bukan pasukan profesional dengan persenjataan yang canggih dan tantangan alam hanya berupa panasnya kota Surabaya, jadi tidak ada alasan untuk tidak menang. Semangat ~ :)

Probolinggo
19 Ramadhan 1434 H