Surat Terbuka untuk Dr. Muhammad Mursi

Saudaraku yang mulia, Dr. Muhammad Mursi..

Aku ingin mengetahui, apa rahasia yang ada antara Anda dan Allah, sehingga Dia meringankan Anda dari tugas-tugas kenegaraan, menjadikan Anda bisa fokus beribadah kepada-Nya pada bulan Ramadhan yang mulia ini, dan menjadikan kami sibuk dengan Anda?

Aku ingin mengetahui, apa rahasia yang ada antara Anda dan Allah, sehingga doa-doa kemenangan, dukungan, dan taufik untuk Anda menjadi bagian doa yang sama-sama dilantunkan oleh umat Islam di setiap tempat?

Apa rahasia yang ada antara Anda dan Allah, sehingga Anda menjadi harapan bagi orang-orang yang lemah lagi tertindas di Palestina, Suria, dan negeri lainnya untuk bisa hidup merdeka dan mulia?

Apa rahasia yang ada antara Anda dan Allah, sehingga kekuatan-kekuatan jahat di muka bumi ini berkumpul untuk menyingkirkanmu dari tampuk kepemimpinan Mesir?

Apa rahasia antara Anda dan Allah, sehingga Dia mengujimu dalam usia yg sudah cukup lanjut dengan ujian penjara di jalan-Nya agar Anda mendapatkan ketenangan di dunia dan balasan kebaikan di akhirat?

Apa rahasia antara Anda dan Allah, sehingga Anda berubah dari hanya seorang dosen di Univesitas Zaqaziq, kemudian menjadi simbol kemerdekaan dunia di setiap tempat?

Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa hamba-Mu, Muhammad Mursi, tidak menggunakan kekuasaan yang Engkau berikan kepadanya untuk menzhalimi makhluk ciptaan-Mu.

Ya Allah...jangan serahkan beliau kepada orang yang jahat. Jagalah ia dengan penjagaan-Mu dan naungilah ia dengan naungan-Mu.

Ya Allah, takdirkanlah kebaikan untuknya dan untuk kami dimana pun ia berada, kemudian jadikanlah kami ridha dengannya.

(Surat ini ditulis oleh seorang pendukung Presiden Muhammad Mursi, Seorang Presenter TV Misr 25, aktivis media Islam)



Sumber: facebook :)
Allahummanshur ikhwanal muslimiina fii Mishr
Allahummanshur ikhwanal muslimiina fii Filistiin
Allahummanshur ikhwanal muslimiina fii Suriah
Allahummanshur ikhwanal muslimiina fii Turqii
Allahummanshur ikhwanal muslimiina fii Indunisiyya
Allahummanshur ikhwanal muslimiina fii kulli makaan wa fii kulli zamaan...

Sumber: Facebook temen :D
Setelah kembali ke toko pertama, saya baru sadar bahwa hape ketinggalan di salah satu kamar pas. Alhamdulillah... pas meriksa kamar pas tersebut ternyata hape tersayang sudah hilang!

* * *

Pergi bersama Ibu ke sebuah toko untuk membeli beberapa barang. Di toko pertama tidak ada barang yang pas dengan selera saya. Kemudian kami menuju toko kedua dan tidak ada juga. Di toko ketiga, alhamdulillah saya menemukan satu barang yang diperlukan dan sesuai selera. Karena barang lain yang diperlukan untuk melengkapinya ada di toko pertama, maka kembalilah kami ke toko tersebut. Alhamdulillah... ketemu. Seketika saya teringat hape ketika melihat sebuah kamar pas. Dan waktu itu hape saya tidak lagi di tangan. Berusaha tetap tenang ketika membuka kamar pas tersebut dengan harapan masih ada hape Nokia berwarna putih disana. Tapi ternyata tidak ada! Hilang! Masih berharap hape tersebut kembali, saya meminjam hape Ibu dan berusaha menelepon nomor hape saya. Tidak aktif! Alhamdulillah... sudah saya dapatkan kepastian itu. Hape saya hilang! Dan seketika kepala saya pening dan badan lemes. Astaghfirullah... segitu lemahnya badan—dan iman—saya. Zzzzzzzz.....
Beberapa menit ketika pusing sudah agak mendingan, saya berandai-andai menjadi warga negara Mesir, Suriah, Palestina atau negara Timur Tengah lainnya. Brrr..... bisa-bisa saya pingsan tiap hari. Dan sehari bisa lebih dari sepuluh kali. Rrrrrrrrrr.....
Pantaslah saya ditakdirkan hidup di Indonesia yang keadaannya—anggap saja meskipun kenyataannya tidak—aman tentram dan damai. Tidak ada bom, suara tembakan atau pembunuhan seperti negara sodara-sodara muslim saya di Timur Tengah sana. Cobaan kan sesuai dengan tingkat keimanan. Rrrrrrr.......

Allah tidak akan memberikan beban (taklif) kepada seseorang di luar batas kemampuannya.” (QS. Al Baqarah : 286)

...Jika dia sangat kuat dalam agamanya,maka sangat kuat pula ujian baginya, dan jika lemah dalam agamanya,di uji pula oleh Allah sesuai dengan tingkat ketaatan kepada agamanya. Demikian bala dan ujian itu senantiasa di timpahkan kepada seorang hamba sampai ia di biarkan berjalan di muka bumi tanpa dosa apapun” (HR. Tarmizi)

Probolinggo

20 Ramadhan 1434 H
Bersama legiun muslimin, Uqbah bin Nafi al-Fihri sebagai panglima perang bermaksud untuk mendirikan Ibukota Islam di al-Ifriqiyah. Suatu tempat berupa semak belukar di daerah pedalaman gurun pasir menjadi pilihan karena tidak mudah dicapai oleh kapal-kapal dan pasukan perang Romawi.
Namun tempat itu ternyata penuh dengan binatang buas seperti singa dan binatang gurun yang berbisa. Hal ini meyebabkan sebagian kaum muslimin menyatakan protes karena dianggap dapat membahayakan keselamatan mereka.
Mengetahui hal itu, panglima perang Uqbah bin Nafi mengumpulkan sahabat Rasul yang tergabung dalam pasukan tersebut. Didapatlah sebanyak 12 Sahabat Rasul, lalu mereka berseru, “Hai kalian singa dan binatang pengganggu, kami adalah Sahabat Nabinya Allah, karena itu maka tinggalkanlah kami! Dan jika kami menemukan siapa pun dari kalian disini, maka kami akan membunuhnya!”
Luar biasa! Gerombolan singa, srigala dan ular-ular membawa anak-anaknya dari tempat tersebut. Binatang-binatang ini bersama kelompoknya mengamankan kawanannya masing-masing ke daerah lain. Banyak orang Berber yang masuk Islam karena peristiwa ini.
Akhirnya, dibangunlah sebuah kota baru sebagai Ibukota al-Ifriqiyah yang diberi nama Qairawan dengan fasilitas yang cukup memadai. Kota ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan, benteng pertahanan dan pangkalan perang untuk menghadapi gempuran musuh yang sewaktu-waktu bisa saja menyerang.

Mau seperti mereka para Sahabat Nabi itu? :)


Probolinggo
20 Ramadhan 1434 H

Ekspedisi pertama penaklukan al-Ifriqiyah (Afrika Utara) pada jaman Khalifah Utsman bin Affan telah berhasil dilakukan dengan terbukanya kota Pentapolis dan Ithribla. Sasaran selanjutnya adalah kota Shabitala. Usaha pengepungan yang dilakukan pasukan muslimin membuahkan hasil sesuai dengan yang diharapkan. Ketiga kota ini berhasil direbut dari penguasa sebelumnya, yaitu Imperium Romawi Constantin.
Usaha pasukan muslimin untuk menyelesaikan misi pembukaan al-Ifriqiyah ini tidaklah mudah. Pertempuran sengit menghadapi prajurit profesional dengan jumlah yang lebih besar dan persenjataan yang canggih ditambah lagi dengan tantangan alam yang keras selama kurang lebih 15 bulan membutuhkan kekuatan iman yang luar biasa. Ya! 15 bulan! Luar biasa!
Karena semester lima ini hanya berlangsung empat bulan dan 'musuh' bukan pasukan profesional dengan persenjataan yang canggih dan tantangan alam hanya berupa panasnya kota Surabaya, jadi tidak ada alasan untuk tidak menang. Semangat ~ :)

Probolinggo
19 Ramadhan 1434 H