Assalamu'alaikum :)
Semangat pagi!
desicomments.com

Bersama hari yang baru selalu tercipta semangat baru. Begitu kan? :) Semoga kita tetap semangat di hari yang baru dimulai beberapa jam ini. Aamiin.
Di pagi yang segar ini harusnya inspirasi datang lebih mudah dan cepat. Harusnya seperti itu, tapi otak saya seperti masih tidur. Mungkin karena besok mau UTS, jadi dia bersiap-siap untuk diajak “nongkrong” ntar malem. Hehe. Baiklah, karena masih belum ada inspirasi buat nulis, saya nyontek media lagi kali ini.
Seperti sebelum-sebelumnya, saya akan mengambil satu artikel di majalah Campus Life edisi September 2012. Artikel ini berjudul “Visul, Auditory, Kinesthetic, Yang Mana Gayamu?. Ketiga gaya tersebut adalah gaya dalam belajar. Banyak mahasiswa atau pelajar yang mengalami kesulitan untuk memahami mata kuliah atau pelajaran. Salah satunya mungkin karena kebiasaan belajar mereka tidak sesuai dengan gaya belajarnya. Untuk mengetahui gaya belajar kamu, silahkan jawab beberapa pertanyaan di bawah ini.

1. Ketika kamu belajar untuk menghadapi ujian, apakah kamu lebih suka:
a. Membaca catatan, rangkuman, atau mengamati diagram dan ilustrasi
b. Meminta teman menguji kamu dengan pertanyaan, atau membaca sambil mulut komat-kamit
c. Menuliskan informasi pada kartu atau corat-coret dan membuat diagram

2. Apa yang kamu lakukan ketika kamu mendengar musik?
a. Melamunkan adegan-adegan yang diceritakan dalam liriknya
b. Bersenandung (humming)
c. Bergoyang sesuai dengan irama, menghentak-hentakkan kaki, dsb.

3. Ketika kamu sedang mencoba memecahkan masalah, kamu:
a. Membuat daftar tindakan yang harus dilakukan dan memberi tanda centang ketika selesai
b. Menelpon teman atau orang yang dianggap ahli
c. Membuat model atau replikanya dan mengutak-atik

4. Ketika kamu membaca santai, buku apa yang kamu pilih?
a. Buku wisata dengan banyak gambar didalamnya
b. Buku misteri dengan banyak dialog di dalamnya
c. Buku teka-teki dimana kamu harus menjawab pertanyaan dan memecahkan puzzle

5. Untuk belajar cara kerja komputer, kamu lebih memilih:
a. Menonton video tentang komputer
b. Mendengarkan seseorang menjelaskannya
c. Membongkar komputer dan mencoba mencari tau sendiri

6. Ketika kamu pergi ke pesta, apa yang kemungkinan kamu ingat keesokan harinya?
a. Wajah orang-orang yang hadir, tapi lupa nama mereka
b. Nama-nama yang hadir, tapi lupa wajah mereka
c. Semua yang kamu lakukan dan katakan ketika disana

7. Ketika kamu sedang mengantri di bioskop untuk membeli tiket, apa yang kamu lakukan?
a. Melihat-lihat poster film lain
b. Ngobrol-ngobrol dengan orang di sebelah kamu
c. Menghentak-hentakkan kaki dan bergerak kesana sini

Skor kamu dominan dimana?
Kalau di …, berarti kamu:
A. Visual
B. Auditory
C. Kinestetik

Visual Learners
  • Sering membuat catatan yang detail banget
  • Cenderung duduk di depan
  • Biasanya berpenampilan rapi dan bersih
  • Sering menutup mata untuk memvisualisasikan atau mengingat sesuatu
  • Mencari sesuatu untuk ditonton jika bosan
  • Tertarik membaca sesuatu yang kaya dengan bahasa-bahasa kiasan

Auditory Learners
  • Suka duduk di tempat strategis supaya mereka dapat mendengar tapi tidak mesti harus memperhatikan apa yang sedang terjadi di depan
  • Suka bersenandung atau berbicara dengan diri mereka sendiri atau orang lain ketika merasa bosan
  • Belajar menghafal dengan cara diucapkan
  • Suka dengan laporan lisan, nggak suka yang tertulis
  • Pintar menjelaskan sesuatu
  • Gampang belajar bahasa asing

Kinestethic Learners
  • Kalau bicara cenderung menggunakan gerakan tangan
  • Ingat apa yang dilakukan tapi lupa apa yang dikatakan atau dilihat
  • Suka mengutak-atik sesuatu kalau merasa bosan
  • Suka duduk dekat pintu sehingga mereka gampang keluar dan jalan-jalan
  • Tidak betah di kelas yang kurang aktivitasnya
  • Berkomunikasi dengan sentuhan dan suka dipuji dengan cara ditepuk punggung

Nah, dengar mengetahui gaya belajar kamu, semoga nilai kamu bisa lebih baik sebelumnya. Bisa lebih semangat buat kuliah dan membanggakan orang tua. Semangat pagi! :)
Wassalamu'alaikum

Surabaya
26 Jumadil Awal 1434 H

Assalamu'alaikum :)
Kembali dengan keheningan, rintik hujan dan rasa rindu untuk menulis. Kali ini saya akan sedikit curhat (lagi). Mungkin akan lebih banyak curhat di tulisan-tulisan berikutnya. Sebenarnya, saya membutuhkan saran. Ada banyak masalah yang tidak bisa (dibaca: mau) saya putuskan hanya dengan menggunakan pikiran dan perasaan saya sendiri. Saya butuh saran lebih banyak sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan segala sesuatu yang akan saya lakukan. Dengan menulis di blog seperti ini mungkin saya tidak akan mendapatkan banyak saran. Tapi, biasanya saya akan sedikit lega ketika yang pikiran perasaan tidak hanya tercipta dan mengendap gak jelas dalam diri. Dengan mengungkapkan masalah yang sedang dialami, seseorang memang cenderung lebih lega. Saya belum tau kenapa. Mungkin ada yang tau? :)
Masalah yang saya hadapi adalah berupa kebingungan dan kegalauan tentang hidup yang akan saya jalani di semester-semester selanjutnya. Tentu keputusan ini akan menentukan aktivitas-aktivitas yang akan saya lakukan di hari-hari berikutnya. Ini tentang suatu hal yang belum pernah terpikirkan untuk saya jalani di kehidupan kampus saya. Study oriented menjadi salah satu dari dua pilihan yang membingungkan. Pilihan lain adalah kebalikan dari pilihan ini. Beberapa waktu lalu Ibu Sri Fatmawati, dosen Kimia FMIPA ITS, mendapatkan penghargaan dari program “Science for Women”. Beliau pergi ke Paris untuk menerima penghargaan itu. Penghargaan itu berada di tingkat internasional dan hanya 15 wanita yang mendaptkannya. Tentu saja itu sesuatu yang WOW dan saya ingin menjadi seperti beliau. Saya ingin menjadi peneliti. Dan untuk mencapai tujuan itu, saya ingin melalui kehidupan kampus jenjang 2 dan 3 (dibaca: S2 dan S3) di negara yang juga menjadi tempat belajar beliau setelah mendapat gelar sarjana yaitu Jepang. Negara itu menjadi impian saya untuk jenjang kehidupan kampus berikutnya. Saya ingin sekali kuliah disana.
Impian besar saya itu membutuhkan perjuangan yang mungkin berat. Dan tentu butuh fokus dan waktu yang lebih banyak untuk belajar. Sedangkan organisasi akan menyita waktu kita. Menjadi mahasiswa organisator harus rela membagi waktu belajarnya untuk organisasinya. Inilah yang menjadi pertimbangan saya untuk menjadi manusia kampus study oriented. Tidak ada lagi organisasi, tidak ada lagi proker (program kerja), tidak ada lagi aktivitas lain selain belajar ilmu kimia dan agama tentunya. Di sisi lain, saya teringat sabda Rasulullah SAW, manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Sebelumnya saya berencana untuk bergabung dengan Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) JMMI ITS yang salah satu program kerjanya adalah membantu kampus-kampus lain untuk membantu Lembaga Dakwah Jurusan (LDJ) dan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) mereka agar berfungsi dengan baik. Apalgi sekarang JMMI ITS menjadi PUSKOMDA (Pusat Komunikasi Daerah) untuk provinsi Jawa Timur yang tentu ini adalah amanah besar bagi kami dan akan semakin banyak yang kami lakukan disini. Saya akan berguna disana. Jika saya memilih option ini, meski tidak menjadi manusia terbaik, setidaknya saya akan berguna bagi orang lain. Sedangkan jika saya memilih untuk study oriented, yang saya lakukan hanyalah belajar (dibaca: kuliah). Dan (sepertinya) semakin kecil kemungkinan saya menjadi manusia terbaik. Entahlah yaa... tetapi begitulah menurut pikiran saya saat ini. Menurutmu bagaimana?

blogs.adobe.com

Semoga Allah SWT segera memberikan petunjuk, sehingga kegalauan ini tidak lagi menghantui saya. Semoga hal yang sama juga terjadi pada kawan-kawan semuanya. Semoga masalah kita cepat menemukan solusinya. Aamiin. :)
Wassalamu'alaikum...

Surabaya
25 Jumadil Awal 1434 H

Assalamu'alaikum :)
Seraya menunggu adzan maghrib, saya akan mengajak 10 jari tangan saya untuk menari sejenak. Sekedar menuliskan beberapa paragraf agar tercipta sebuah tulisan. Semoga bermanfaat. Aamiin.
Hari ini, saya akan menceritakan peristiwa yang pernah saya alami beberapa minggu yang lalu. Sebelum saya lupa, peristiwa ini harus tertulis agar abadi (meski sebenarnya tidak ada yang abadi kecuali Dia).
Hari itu, masih pagi. Saya lupa harinya, yang saya ingat hanya waktu peristiwa ini terjadi, matahari masih terasa hangat. Seperti biasa karena sepeda pancal saya rusak, saya harus berjalan kaki ke kampus yang berjarak beberapa kilo saja dari kosan. Hari itu, saya buru-buru menuju kampus karena beberapa menit lagi kuliah akan dimulai. Dengan langkah yang masih normal saya berjalan melewati warung, toko, kosan dan akhirnya melewati jembatan kecil yang terkenal dengan nama Jembatan Shiratul Mustaqim. Mengapa? Karena memang jembatannya kecil dan hanya muat untuk satu motor saja. Beberapa meter dari jembatan, ada seorang cewek menawarkan diri untuk membonceng saya di belakang motornya. Cewek tersebut—seingat saya—memakai baju kotak-kotak merah dan memakai penutup hidung (slayer). Sedikit mengernyitkan dahi, berusaha mengenali suaranya dan mengenali wajahnya yang sebagian tertutup slayer, saya mengiyakan. Begini kira-kira percakapan singkat kami:

She : “Mau bareng gak?”
Saya : “Hah? Boleh.” (Sambil mengernyitkan dahi, berusaha mengenali suara dan wajahnya)
She : “Kamu mau kemana?”
Saya : “Ke jurusan. Hehe. Eh kamu siapa?”
She : “Aku biasa nebengin anak yang jalan sendirian.” (Maksudnya, “Kamu nggak kenal aku kok”)
Saya : “Oh... kamu jurusan apa?”
She : “Biologi.”
Saya : “Namamu siapa?”
She : “Ari.”
Saya : “Oalah... Ari. Makasih yaa.”
She : “Iyaa. Sama-sama. Mau diturunin dimana nih?”
Saya : “Aku jurusan Kimia. Turunin di deket masjid aja.”
She : “Okee.”

Beberapa menit berlalu, saya sampai di sebelah selatan masjid dan saatnya saya turun. Sebenarnya, saya ingin bertanya lebih banyak atau sekedar menyalaminya dan mengenalkan diri. Sayangnya, mungkin karena buru-buru, dia berlalu begitu saja. Alhamdulillah masih sempat bilang terima kasih sebelum dia berlalu.
Kisah yang sederhana kan? Tapi, sungguh, dari sekian ribu mahasiswi bermotor yang tidak membonceng siapapun dan tidak memiliki kepentingan yang mendesak, hanya Ari yang menginspirasi saya dengan cara yang seperti itu. Ternyata dengan perbuatan baik yang sederhana, kita bisa menginspirasi orang yaa :)

Ari, terima kasih saya ucapkan sekali lagi. Saya ingin mengenalmu lebih dekat sebenarnya. Ingin tau lebih banyak tentang cerita kebaikanmu. Ingin terinspirasi sekali lagi atau mungkin berkali-kali oleh perbuatan baikmu yang sederhana. Tetapi, tetap saya ucapkan terima kasih meski hanya sekali. Terima kasih :)

Surabaya
24 Jumadil Awal 1434 H

Assalamu'alaikum :)
Persaingan semakin cepat pemirsaaahhh... Persaingan apa? Persaingan antara saya dan teman saya dalam dunia tulis-menulis. Kami sepakat untuk memberi penghargaan kepada salah satu diantara kami yang berhasil menulis postingan terbanyak di akhir tahun. Yap! Perjalanan masih panjang dan terlalu dini untuk menyerah. Wkwkwkw...
Beberapa hari atau bahkan bulan ke depan rasanya saya tidak akan bingung hendak menulis apa. Terinspirasi dari sebuah blog (ini blognya) yang baru beberapa menit yang lalu saya baca, beberapa postingan akan mengisahkan seorang gadis (bukan saya!) yang sedang berusaha untuk menjalani kehidupannya dengan damai. Peaceee... dan insyaAllah akan selalu ada nilai kehidupan yang bisa dipetik dari kisahnya.
Okee. Kisah si gadis akan dimulai dari postingan ini. Dengan sengaja dan penuh kesadaran, kisah ini diberi judul “100 Hari Belajar Bersama Zahra”.


Hari Pertama
Zahra, gadis pendiam, terkadang rame, terkadang juga tidak jelas, sedang merenung. Apa saja yang dia lakukan selama ini? Kok sampai umur hampir berkepala dua begini dia tidak juga mendapatkan suatu prestasi yang bisa dibanggakan. Apakah waktu yang diberi oleh Allah kepadanya hanya digunakan untuk bermain-main saja? Zahra masih diam. Sendirian di suatu taman.
Hari ini tanggal 22 Jumadil Awal 1434 H atau 2 April 2013 M, dan sedari tadi pagi kegiatan Zahra hanya kuliah, diselingin kegiatan biasa seperti sarapan, bercanda dengan teman, tidur, melamun dan sebagainya. Tidak ada yang istimewa di hari ini.
Jam 12.40 WITS (Waktu Indonesia Bagian ITS) kegiatan rutin (kuliah) Zahra telah selesai. Setelah keluar dari ruang kelas, Zahra menuju tempat yang sejuk. Yes! Masjid Manarul Ilmi ITS. Zahra adalah salah satu dari sekian ribu mahasiswi ITS Surabaya. Disana dia, seperti muslim yang lain, sholat dan berdoa. Berdoa sehabis sholat tidak boleh ketinggalan. Karena, Zahra punya permintaan yang harus dia sampaikan sesering mungkin (minimal 7 kali sehari) kepada Allah SWT. Dia ingin kuliah di luar negeri. Yes! Jepang. Mengapa Jepang? Dengan kemajuan teknologi yang pesat di negara itu, nilai-nilai penting seperti kebersihan dan kedisiplinan diterapkan disana. Padahal, muslim hanya beberapa persen disana, menjadi minoritas, berbeda dengan muslim di Indonesia yang menjadi mayoritas. Sesederhana itu alasan Zahra ingin kuliah di Jepang. Semoga Zahra bisa melanjutkan studi S2 ke Jepang dengan beasiswa. Aamiin.
Zahra bingung. Luar biasa bingung. Tapi dia tetep kalem. Banyak yang harus dipersiapkan untuk bisa mendapatkan beasiswa ke Jepang. Apa saja? Yang dia tau, nilai TOEFLnya harus di atas 500 dan tentu nilai akademiknya harus bagus. IPK di bawah 3.5 rasanya akan sulit untuk mewujudkan impiannya itu. Dua syarat itu saja dulu, syarat-syarat yang lain belakangan dulu. Zahra masih fokus pada dua syarat itu. Begitu berat rasanya. Tapi, terlalu dini untuk menyerah. Dini pun rasanya juga tidak mau menyerah sedini ini. Siapa Dini? I don't know hahaha
Apa yang akan dilakukan Zahra untuk memenuhi dua syarat itu? Pertanyaan tersebut akan terjawab pada hari berikutnya. Cerita dari Zahra cukup sampai disini dulu.

Okee. Tunggu episode selanjutnya yaa :) Saran dan kritik yang membangun ditungguuu...
Wassalamu'alaikum :)

Surabaya
22 Jumadil Awal 1434 H

Assalamu'alaikum :)

www.deviantart.com

Malam yang tenang meski dengan rintik hujan dan kilatan petir. Tenang karena insyaAllah masih diberi nikmat iman dan Islam. Tenang karena masih diberi kesempatan hidup sampai detik ini. Alhamdulillah...
Malam yang tenang ini kana diwarnai oleh suara jari yang menari di atas keyboard laptop. Tenang, tidak akan mengganggu siapapun meski geraknya cepat. Jari ini memang tidak bermaksud mengganggu, hanya ingin menuliskan sebuah pikiran dalam otak dan rasa dalam hati yang perlu untuk diwujudkan dalam sebuah tulisan. Harapannya, semoga memberi manfaat kepada siapapun. Aamiin :)
Tulisan ini tentang penulis yang selalu ingin jadi orang yang biasa. Tapi, alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk terus berusaha hingga sekarang karena belum bisa menjadi orang yang biasa. Bukan berarti sedang menjadi orang yang luar biasa, tapi tidak biasa. Tidak biasa, bukan luar biasa. Mengapa ingin menjadi orang yang biasa?
Hampir semua orang ingin menjadi orang yang luar biasa. Luar biasa prestasinya, luar biasa kontribusinya, luar biasa ibadahnya dan luar biasa kebermanfaatannya. Tapi, saya rasa perlu untuk menjadi orang yang biasa dahulu untuk kemudian menjadi yang luar biasa. Sepakat? Belum? Okee. Mungkin perlu disamakan definisi “orang biasa” disini.
Orang biasa, bukan biasa-biasa saja kehidupannya, bukan biasa-biasa saja prestasinya, bukan biasa-biasa saja kontribusinya, ibadahnya dan kebermanfaatannya. Tetapi, orang biasa adalah orang yang biasa sabar dalam menghadapi segala sesuatu, biasa selalu bersyukur atas segala takdir, biasa berprasangka baik terhadap manusia dan Allah SWT, biasa tersenyum dalam keadaan apapun, biasa bersikap ramah terhadap siapapun, biasa menjadi teman dan sahabat yang setia, biasa membahagiakan orang tua, biasa total dalam melakukan apapun terutama ibadah, biasa melakukan segala hal hanya untuk mengharapkan ridho Allah SWT, biasa berusaha dan berdoa dengan penuh keyakinan, biasa memberi kepada yang membutuhkan, dan “biasa” yang lain.
Sampai disini, apakah ada yang belum sepakat dengan pernyataan saya pada paragraf dua di atas? Tidak harus sepakat, berbeda pendapat itu baik. Dengan begitu kita bisa berkomunikasi, bertukar pikiran dan saling berbagi ilmu satu sama lain. Sepakat? Alhamdulillah :)
Jari ini belum lelah menari, keyboard pun masih menyimpan rasa rindu pada ujung jari yang semakin jarang menemuinya. Sayang sekali, kebiasaan buruk penulis yaitu tidak bisa bangun jam 3 pagi jika tidur terlalu larut membuat pertemuan ini harus berakhir untuk kemudian dilanjutnya kembali pada episode berikutnya. Sampai jumpa.
Wassalamua'alaikum :)

Surabaya
21 Jumadil Awal 1434 H